Pagi ini serambi melepas kepenatan pasca Ujian kelulusan D2 saya di Ma’had Abu Bakar AsShiddiq, iseng-iseng saya buka video berjudul HARAMAIN hasil editan saya dan kawan-kawan selama masa Niha’I (kelas akhir) di pondok Ngruki dulu.
Dalam video amatir berdurasi 24 menit 55 detik itu, sedikit banyak merekam kilas perjalanan kami selama menuntut ilmu di pesantren yg terkenal dengan stigma terorisme itu.
Mulai dari keseriusan dalam belajar, sampai kenakalan-kenakalan –yang sebetulnya ndak patut dicontoh hehe (^_^)”??- walau semua karakter saya balik, yang alim berperan sebagai anak nakal, -begitu pula sebaliknya- ndak ada yang protes tuh. Syukur. Hihi
Dalam pembuatan video kenang-kenangan itu –flashback ya- banyak sekali kendalanya. Terlebih tanpa rancangan skenario yang matang. Belum lagi mengejar dan membuat janji dengan para “artis-artis” tercinta. Dan yang tak luput berkesan, ketika sudah habis baterai 5 pasang, -bayangkan sudah berapa Gigabyte file yang tersimpan- kamera digital –yang jadi modal utama bikin video di pinjam Uswatun dan Nurul kamilah. Salah pencet, “delete all files”. Jiaaaah… saya sempet bener-bener mutung. Hoho –ndak bisa bayangkan gimana face saya pas ngambek itu-
Tapi dengan izin Alloh, lalu teman-teman yang tak henti-hentinya mensupport saya –kan demi kebaikan bersama-, juga Uswatun dan Kamilah yang bersedia jadi kameramen dan manager –yang bikin janji dengan artis2 HARAMAIN, selain itu, produser pun siap dengan dananya…tugas saya jadi ringan. Jadi sutradara saja –yuhuu-, terkadang juga artis2 HARAMAIN sendiri yang bikin skenario, sampai jadi kameramen. Applause! Plok plok plok!!
Di awal mengalamai kendala, di tengah-tengahnya lancar, alhamdulillah. Dan di akhirnya… jiaah! Laptop saya sempat disita Ustadzah Bag Keamanan. Salah saya sih, ndak ijin mau di pakai dalam kamar. (^_^)”?? “maaf ya ustadzah”. Tapi toh tetap bisa diambil setelah wada’an. Lebih beruntung daripada si Cenul yang kaset VCD rentalannya kesita, n Nurul Inayah yg flashdisk pribadinya di bedah-bedah. Hoho
Anyway, kembali lihat video itu, bikin saya berada dalam dua rasa. Ngakak melihat kekonyolan2 para artis HARAMAIN (apalagi pas Afif, Uun dkk naek k lantai 4, pake slow motion n soundtracknya kuch-kuch hotahai. Juga pas sandra sama chuzn kabur manjat gerbang deket ghurfah. TOBAT deh!!) atau rasa –apa ya..- sedih.. atau kangen, rindu tauk lah. Tuh kawan2 banyak yang sudah menggenapkan setengah diennya. Iis, Hapri, Hamidah, Asma, Aini, Sasa, Engkong –yang terakhir ini masih gg jelas beritanya-.
Yap, nostalgia lah…
Bagaimana kabar kawan2 ni? Sebag lanjut kul, baik yg ikut SNMPTN, atau ambil swasta, ada yg masih tetap ngajar di tempat WB ataupun pindah lokasi ngajar. Yup. Usul pribadi nih… walau ndak semua menjadi pelanggan setia yang hobby surfing di dunia maya, tuk jaga tali silaturrahim, yok adakan perkumpulan,, forum HARAMAIN. Toh blog www.haramain2010.blogspot.com tampilannya ndak berubah-ubah. Adminnya gak tetap pula. Ha. Sementara grup “laporan Pertanggungjawaban WB” di Fb pun telah kadaluarsa bukan? He…
Well, sekian saja. Goresan pagi ini. Semoga bermanfaat. Aamiin.
Solo Utara, 21 Juli 2011
Tunjukan Dirimu...
BalasHapusAyyuwa....
BalasHapusSepii..mbetii mbak....hhihi
BalasHapus:D aq adaaa
BalasHapus